Why Rating Students Undermines Learning (and What to Do Instead).
Mengapa Memberi Nilai pada Siswa Merusak Pembelajaran (dan Apa Alternatifnya).
Susan D. Blum (ed.) · West Virginia University Press, 2020 · Foreword by Alfie Kohn · A study summary, not the book itselfSusan D. Blum (ed.) · West Virginia University Press, 2020 · Pengantar oleh Alfie Kohn · Ringkasan studi, bukan isi buku itu sendiri
A grade can dominate students’ attention and crowd out formative comments. This is a risk to investigate, not an outcome for every student.
Nilai bisa mendominasi perhatian siswa dan menyingkirkan komentar formatif. Ini risiko yang perlu diselidiki, bukan hasil yang pasti terjadi pada setiap siswa.
Research context (external, not from the book): in a 1988 study of fifth- and sixth-graders, Ruth Butler found the strongest interest and performance in the comments-only condition, compared with grades-only or grades-plus-comments; results varied somewhat by task and achievement level.Konteks riset (eksternal, bukan dari buku): dalam studi 1988 terhadap siswa kelas lima dan enam, Ruth Butler menemukan minat dan kinerja terkuat pada kondisi hanya-komentar, dibandingkan hanya-nilai atau nilai-plus-komentar; hasilnya agak bervariasi menurut tugas dan tingkat prestasi.
Rank students against each other.Meranking siswa satu sama lain.
Make students work harder.Membuat siswa lebih giat.
Tell students and parents how learning is going.Memberi tahu siswa dan orang tua perkembangan belajar.
Tell the next school or employer what someone can do.Memberi tahu sekolah/pemberi kerja berikutnya apa yang bisa dilakukan.
Editorial synthesis: sorting, motivation, communication and certification can pull assessment in conflicting directions. The contributors question the costs of relying on grades as the dominant tool.Sintesis editorial: menyortir, memotivasi, mengomunikasikan, dan mengesahkan dapat menarik asesmen ke arah yang saling bertentangan. Para kontributor mempertanyakan biaya dari mengandalkan nilai sebagai alat yang dominan.
Four-jobs framing is an editorial device, not a named four-part model in the book.Pembingkaian empat tugas adalah perangkat editorial, bukan model empat bagian bernama di dalam buku.
A stronger focus on grades can diminish intrinsic interest in the material.Fokus yang lebih kuat pada nilai dapat mengurangi minat intrinsik pada materi.
Students may choose safer tasks rather than risk an unfamiliar challenge.Siswa dapat memilih tugas yang lebih aman daripada mengambil risiko tantangan yang tidak familiar.
A grade-focused approach can encourage narrower thinking: “what will be on the test?”Pendekatan yang berfokus pada nilai dapat mendorong cara berpikir yang lebih sempit: “apa yang keluar di ujian?”
When points are the currency, learning turns into a transaction.Ketika poin jadi mata uang, belajar berubah jadi transaksi.
Derived from Alfie Kohn’s 2011 essay (an argument supported by cited research), paraphrased; not a direct quote from Blum’s chapters.Diturunkan dari esai Alfie Kohn tahun 2011 (sebuah argumen yang didukung riset yang dikutip), diparafrasekan; bukan kutipan langsung dari bab-bab Blum.“I choose to learn this” becomes “I am told what earns points.”“Aku memilih belajar ini” berubah jadi “aku disuruh mengejar poin.”
Growth (“I can get better”) is replaced by judgment (“I am a B student”).Pertumbuhan (“aku bisa lebih baik”) digantikan penghakiman (“aku anak B”).
Some grading practices can make classmates feel like competitors and teachers like judges.Sebagian praktik pemberian nilai dapat membuat teman sekelas terasa seperti pesaing dan guru seperti hakim.
Self-Determination Theory connects support for autonomy, competence and relatedness with motivation. This slide applies that external theory to ungrading; it is not the edited volume’s formal three-part framework.Self-Determination Theory mengaitkan dukungan terhadap otonomi, kompetensi, dan keterhubungan dengan motivasi. Slide ini menerapkan teori eksternal tersebut pada ungrading; ini bukan kerangka tiga bagian formal dari buku kumpulan bab tersebut.
Background theory: Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2000).Teori pendukung: Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2000).
A spectrum, not a switch — the book’s contributors sit at different points.Sebuah spektrum, bukan sakelar — para kontributor buku ada di titik berbeda.
Words about the work, not a number about the person.Kata-kata tentang karya, bukan angka tentang orangnya.
Students judge their own work against criteria — first.Siswa menilai karyanya sendiri berdasarkan kriteria — lebih dulu.
Evidence of growth over time, not one-off performance.Bukti pertumbuhan dari waktu ke waktu, bukan penampilan sekali.
Short one-on-ones to talk about learning and progress.Obrolan singkat 1:1 tentang belajar dan kemajuan.
Learning to give and receive feedback is a skill itself.Memberi dan menerima umpan balik adalah keterampilan tersendiri.
Shared expectations and peer review appear explicitly in the volume; “specifications grading” is a related but distinct approach, not a named chapter here.Harapan bersama dan peer review muncul secara eksplisit dalam buku; “specifications grading” adalah pendekatan terkait tetapi berbeda, bukan judul bab di sini.
Blum’s chapter argues that simply removing grades is not a complete redesign: trust, transparency, worthwhile tasks, community and student agency also matter.
Bab Blum berargumen bahwa sekadar menghapus nilai bukanlah desain ulang yang utuh: kepercayaan, transparansi, tugas yang bermakna, komunitas, dan agensi siswa juga penting.
Changing one feature of assessment may require redesigning others. The volume illustrates this complexity; it does not establish that every ungrading implementation will succeed.Mengubah satu fitur asesmen mungkin menuntut perancangan ulang fitur lainnya. Buku ini menggambarkan kompleksitas tersebut; buku ini tidak membuktikan bahwa setiap penerapan ungrading akan berhasil.
The volume has three parts — Foundations and Models, Practices, and Reflections — and 13 numbered chapters, alongside a foreword, introduction and conclusion. Contributors span K–12 and higher education.
Buku ini memiliki tiga bagian — Foundations and Models, Practices, dan Reflections — serta 13 bab bernomor, di samping kata pengantar, pendahuluan, dan kesimpulan. Para kontributor mencakup K–12 dan pendidikan tinggi.
Jesse StommelJesse Stommel
Aaron BlackwelderAaron Blackwelder
Susan D. BlumSusan D. Blum
Starr SacksteinStarr Sackstein
Arthur ChiaravalliArthur Chiaravalli
Gary ChuGary Chu
Selected chapter titles. The publisher lists 15 named contributors overall; that count includes the editor and foreword author and should not be confused with the 13 numbered chapters.Judul bab pilihan. Penerbit mencantumkan 15 kontributor bernama secara keseluruhan; jumlah itu mencakup editor dan penulis kata pengantar dan tidak boleh dikacaukan dengan 13 bab bernomor.
Time does not disappear — it moves from scoring work to talking about it.Waktu tidak hilang — ia pindah dari memberi skor ke membicarakan karya.
Editorial framing (our synthesis), not a table from the book.Pembingkaian editorial (sintesis kami), bukan tabel dari buku.
Many ungrading courses still record a final grade — the student proposes it with evidence, and the teacher can adjust.Banyak kelas ungrading tetap mencatat nilai akhir — siswa mengusulkannya dengan bukti, dan guru dapat menyesuaikan.
Trust, reflection and clear evidence requirements can help make expectations visible; whether they reduce gaming depends on implementation.Kepercayaan, refleksi, dan persyaratan bukti yang jelas dapat membantu membuat harapan terlihat; apakah itu mengurangi kecurangan bergantung pada penerapannya.
Grades carry bias too. Explicit criteria plus a conversation make judgments easier to question.Nilai pun membawa bias. Kriteria eksplisit plus percakapan membuat penilaian lebih mudah dipertanyakan.
It redistributes teacher effort toward feedback and conferences; the time cost and teacher experience vary.Ini mendistribusikan ulang upaya guru ke arah umpan balik dan konferensi; biaya waktu dan pengalaman guru bervariasi.
Editorial: answers synthesised from the book’s themes, not quoted.Editorial: jawaban disintesis dari tema-tema buku, bukan kutipan.
The book draws on established research about grades while presenting many practitioner cases about alternatives. Avoid treating the case narratives as universal experimental proof of effectiveness.Buku ini bersandar pada riset mapan tentang nilai sambil menyajikan banyak kasus praktisi tentang alternatifnya. Hindari memperlakukan narasi kasus sebagai bukti eksperimental universal atas efektivitas.
Confidence differs between people. Without clear criteria it can reward the loud and under-rate the modest.Rasa percaya diri berbeda. Tanpa kriteria jelas, ia bisa menguntungkan yang vokal dan merugikan yang rendah hati.
A final grade is often required. Ungrading lives inside that constraint.Nilai akhir sering wajib. Ungrading hidup di dalam batasan itu.
Students used to points can feel lost at first. Transparency and routines matter.Siswa yang terbiasa poin bisa bingung di awal. Transparansi dan rutinitas penting.
Workplace ratings can resemble school grades in some ways, but employment decisions and educational assessment differ. The following are external business examples, not cases from Blum’s edited volume.
Penilaian di tempat kerja dapat menyerupai nilai sekolah dalam beberapa hal, tetapi keputusan ketenagakerjaan dan asesmen pendidikan berbeda. Berikut adalah contoh bisnis eksternal, bukan kasus dari buku kumpulan bab Blum.
Replaced annual reviews with ongoing “check-ins”.Mengganti review tahunan dengan “check-in” berkelanjutan.
Ended its stack-ranking system.Mengakhiri sistem stack-ranking.
Proposed a redesigned performance approach with more frequent check-ins and continued use of some decision-oriented performance data.Mengusulkan pendekatan kinerja yang didesain ulang dengan check-in yang lebih sering dan tetap memakai sebagian data kinerja yang berorientasi keputusan.
Investigative analogy: consider whether similar motivational mechanisms might apply to employee ratings; do not assume identical effects.Analogi untuk diselidiki: pertimbangkan apakah mekanisme motivasi serupa mungkin berlaku pada penilaian karyawan; jangan berasumsi efeknya identik.
Sources: Adobe company page (2012); Microsoft reporting (2013); Buckingham and Goodall, HBR (2015). These examples are outside the book.Sumber: halaman perusahaan Adobe (2012); pemberitaan tentang Microsoft (2013); Buckingham dan Goodall, HBR (2015). Contoh-contoh ini berada di luar buku.
Debrief: what did you learn that a number would have hidden?Debrief: apa yang kamu pelajari yang akan tersembunyi oleh sebuah angka?
Editorial workshop design, not an exercise from the book.Rancangan workshop editorial, bukan latihan dari buku.
Actionable, timely feedback can support improvement; a grade alone conveys less about the next step.Umpan balik yang dapat ditindaklanjuti dan tepat waktu dapat mendukung perbaikan; nilai saja menyampaikan lebih sedikit tentang langkah berikutnya.
Supporting autonomy, competence and relatedness is a useful design goal; this is an application of Self-Determination Theory.Mendukung otonomi, kompetensi, dan keterhubungan adalah tujuan desain yang berguna; ini adalah penerapan Self-Determination Theory.
An ungrading approach needs deliberate design: meaningful work, transparent expectations and trust can matter as much as removing the mark.Pendekatan ungrading membutuhkan desain yang disengaja: tugas bermakna, harapan yang transparan, dan kepercayaan dapat sama pentingnya dengan menghapus nilai.
Synthesis for study purposes, not three official principles of the book.Sintesis untuk keperluan belajar, bukan tiga prinsip resmi dari buku.
Sources & statusSumber & status — Fact-checked study summary (audit 2026-10-26), not the book and not a reconstruction of its text. Checked against: the publisher’s page and contents (WVU Press; 2020 edited volume by Susan D. Blum, 15 named contributors); Butler (1988); Alfie Kohn (2011); Adobe company page; Buckingham & Goodall, HBR (2015). The four-jobs framing, the six-practice toolkit, the Self-Determination Theory mapping, the objections, the workshop and the workplace parallels are editorial synthesis or external research, not the book’s own taxonomy. This is not a full-text, page-by-page verification of the book.Ringkasan studi yang telah diperiksa fakta (audit 2026-10-26), bukan buku dan bukan rekonstruksi teksnya. Diperiksa terhadap: halaman dan daftar isi penerbit (WVU Press; buku kumpulan bab 2020 oleh Susan D. Blum, 15 kontributor bernama); Butler (1988); Alfie Kohn (2011); halaman perusahaan Adobe; Buckingham & Goodall, HBR (2015). Pembingkaian empat tugas, perangkat enam praktik, pemetaan Self-Determination Theory, keberatan, workshop, dan paralel tempat kerja adalah sintesis editorial atau riset eksternal, bukan taksonomi milik buku. Ini bukan verifikasi teks lengkap, halaman demi halaman, atas buku.